usilan flafea

usilan flafea

fitria flafea  //  perempuan - yogya

Feb 8 / 7:54pm

Seratus dan Lima Puluh

Uang1
Uang2
Uang kertas keluaran 1958. Dibanding uang kertas masa kini, menurut saya desainnya lebih bagus. Jangan bandingkan dengan koin seratus dan lima puluh keluaran terakhir. :)

---

Foto diambil di Museum Kareta Karaton, Yogyakarta, pada 31 Januari 2012. 

Filed under  //  desain   uang  
Jan 22 / 6:24pm

Be Pede, Be Gokil

Bepede

Bahasa campur-aduk jamak kita jumpai, meski acapkali terasa janggal. Lihatlah stiker di belakang boks truk ini. Si empunya desain mungkin berharap tulisan "be" dibaca sebagai bahasa Inggris. Kata di belakangnya dilafalkan dalam bahasa Indonesia. Nah, saya gagal memenuhi harapannya. "Be Pede" bagi saya terbaca sebagaimana menyebut nama sebuah bank, BPD. Bagaimana dengan Anda? :)

---

Foto diambil di persimpangan Jl. Wonosari-Ring Road, Yogyakarta, pada 19 Januari 2012.

Filed under  //  bahasa   desain  
Jan 15 / 7:17pm

Superman Sang Selebriti

Superstar_20120110

Setelah masyhur, wafer "Superman" berubah nama. Ogah dengan yang lama, ia pilih dipanggil "Superstar". Lengkap dengan gambar bintang di dada. Superman, eh, Superstar ini mungkin kelahiran Jawa. Ganti nama karena tak kuat dengan nama sebelumnya. Atau barangkali tak kuat bayar royalti. Lebih baik hindari masalah sejak dini. :)

---

Foto diambil pada 10 Januari 2012.

Filed under  //  desain   makanan   merek   nama  
Jan 9 / 6:57pm

Ikon Lokal, Merek Global

Kola01
Kola02

"Think Global, Act Local" telah menjadi konsep yang digunakan banyak pihak. Tak terkecuali perusahaan bermerek global. Lihatlah, 'aksi lokal' produsen minuman kola ini mengusik hati. Hati saya, maksudnya. :) Ikon-ikon Yogya dipasang dalam desain bak truk. Meskipun dilengkapi aksara hanacaraka (berbunyi "Yogyakarta Jogjakarta"), saya lebih merasa desain ini sebagai iklan merek yang dimaksud, daripada mempromosikan kota.

Jadi, 'think global'-nya? Pengukuhkan kesadaran konsumen atas merek. Mengunjungi Keraton, singgah di Prambanan, atau menikmati pemandangan Gunung Merapi, takkan lengkap tanpa menenggak minuman kola. Wisata boleh lokal, citra diri tetap global. Ini tafsir usil saya. :p

Batas lokal-global semakin samar, berkat kemajuan teknologi dan perkembangan informasi. Di masa mendatang, mungkin saya harus menyiapkan diri dengan iklan-iklan semacam ini.

---

Foto diambil di Seturan, Sleman, Yogyakarta, pada Desember 2011.

Filed under  //  desain   lokal   merek   yogyakarta