Seratus dan Lima Puluh
---
Foto diambil di Museum Kareta Karaton, Yogyakarta, pada 31 Januari 2012.
fitria flafea // perempuan - yogya
---
Foto diambil di Museum Kareta Karaton, Yogyakarta, pada 31 Januari 2012.
Bahasa campur-aduk jamak kita jumpai, meski acapkali terasa janggal. Lihatlah stiker di belakang boks truk ini. Si empunya desain mungkin berharap tulisan "be" dibaca sebagai bahasa Inggris. Kata di belakangnya dilafalkan dalam bahasa Indonesia. Nah, saya gagal memenuhi harapannya. "Be Pede" bagi saya terbaca sebagaimana menyebut nama sebuah bank, BPD. Bagaimana dengan Anda? :)
---
Foto diambil di persimpangan Jl. Wonosari-Ring Road, Yogyakarta, pada 19 Januari 2012.
Setelah masyhur, wafer "Superman" berubah nama. Ogah dengan yang lama, ia pilih dipanggil "Superstar". Lengkap dengan gambar bintang di dada. Superman, eh, Superstar ini mungkin kelahiran Jawa. Ganti nama karena tak kuat dengan nama sebelumnya. Atau barangkali tak kuat bayar royalti. Lebih baik hindari masalah sejak dini. :)
---
Foto diambil pada 10 Januari 2012.
"Think Global, Act Local" telah menjadi konsep yang digunakan banyak pihak. Tak terkecuali perusahaan bermerek global. Lihatlah, 'aksi lokal' produsen minuman kola ini mengusik hati. Hati saya, maksudnya. :) Ikon-ikon Yogya dipasang dalam desain bak truk. Meskipun dilengkapi aksara hanacaraka (berbunyi "Yogyakarta Jogjakarta"), saya lebih merasa desain ini sebagai iklan merek yang dimaksud, daripada mempromosikan kota.
Jadi, 'think global'-nya? Pengukuhkan kesadaran konsumen atas merek. Mengunjungi Keraton, singgah di Prambanan, atau menikmati pemandangan Gunung Merapi, takkan lengkap tanpa menenggak minuman kola. Wisata boleh lokal, citra diri tetap global. Ini tafsir usil saya. :p
Batas lokal-global semakin samar, berkat kemajuan teknologi dan perkembangan informasi. Di masa mendatang, mungkin saya harus menyiapkan diri dengan iklan-iklan semacam ini.
---
Foto diambil di Seturan, Sleman, Yogyakarta, pada Desember 2011.