Dilarang Menaikan
Tapi boleh mengencingkan? Haha.. :D
---
Foto diambil di Jejamuran, Sleman, Yogyakarta pada 3 Maret 2012.
fitria flafea // perempuan - yogya
Tapi boleh mengencingkan? Haha.. :D
---
Foto diambil di Jejamuran, Sleman, Yogyakarta pada 3 Maret 2012.
Saya benar-benar tak paham maksud penanda yang terpasang di badan truk pemadam kebakaran ini. Sayang, tak sempat pula saya bertanya kepada petugasnya. :p
---
Foto diambil di Kantor PMPK Kota Yogyakarta, pada 29 Februari 2012.
---
Foto diambil dari truk pemadam kebakaran di Kantor PMPK Kota Yogyakarta, pada 29 Februari 2012.
---
Tulisan difoto dari gapura Pasar Malam Perayaan Sekaten yang terletak di Jl. Trikora, Yogyakarta, pada 14 Januari 2012.
Bahasa campur-aduk jamak kita jumpai, meski acapkali terasa janggal. Lihatlah stiker di belakang boks truk ini. Si empunya desain mungkin berharap tulisan "be" dibaca sebagai bahasa Inggris. Kata di belakangnya dilafalkan dalam bahasa Indonesia. Nah, saya gagal memenuhi harapannya. "Be Pede" bagi saya terbaca sebagaimana menyebut nama sebuah bank, BPD. Bagaimana dengan Anda? :)
---
Foto diambil di persimpangan Jl. Wonosari-Ring Road, Yogyakarta, pada 19 Januari 2012.
Di muka warung kopi ini kita disambut dengan "Welcome", bukan "Selamat Datang". Saat pulang, kita diberi ucapan terima kasih dalam 'bahasa'.
Penggunaan bahasa Inggris dimaksudkan agar orang asing yang tak berbahasa Indonesia tak ragu berkunjung. Usai menikmati kopi dan mengobrol, tamu diharapkan sudah mahir ber-'bahasa'. Itu tebakan usil saya. :)
---
Foto diambil di Warung Kopi Semesta, Kotabaru, Yogyakarta, pada April 2011.
Dalam sebuah kata, setiap huruf berharga. Satu huruf hilang, kata pun tanpa makna. Atau beralih arti. Lihatlah plang nama satu ruangan di Gedung Memorabilia Taman Pintar, Yogyakarta, ini. Tertulis "zona sejarah preside". Apa itu 'preside'?
Setelah melirik foto yang ada di ruangan, saya paham. Kata 'preside' seharusnya 'presiden'. Foto-foto presiden pertama sampai presiden terkini Indonesia dipajang di dinding. Album lagu dan gitar Presiden SBY tak ketinggalan dipamerkan.
Kata 'presiden' kehilangan huruf 'n'. Mungkin terlepas, lalu tak segera dipasang kembali atau diperbaiki. Barangkali pengelola tak merasa hal ini penting. Masih lebih mendesak membetulkan wahana yang rusak.
Kalau sudah begitu, penanda tak lagi memudahkan pembacanya. Petunjuk tidak menyajikan penjelasan, malah memunculkan pertanyaan. Jadi, plang nama cukup berfungsi jadi bahan usilan saya. :p
---
Foto diambil di Gedung Memorabilia Taman Pintar, Yogyakarta, pada 11 Januari 2012.
Tiga bahasa dalam satu petunjuk. Petunjuk berbahasa Indonesia dan Inggris mudah ditemui di Yogyakarta. Kali ini, ada tambahan. Dalam aksara Jawa, meski tak berbahasa Jawa. Bagi Anda yang bisa membacanya, lihat saja, mengapa menuliskan "tiket" dan bukan "karcis"? Yogya Istimewa. :p
---
Foto diambil di pintu masuk tempat parkir roda empat Ramai Family Mall, Jl. A. Yani, Yogyakarta, pada November 2011.