usilan flafea

usilan flafea

fitria flafea  //  perempuan - yogya

Jan 24 / 2:12pm

Anak-anak Gratis, Dewasa Empat Ribu

Kolong
Batasan anak-anak adalah di bawah umur 15 tahun. Di atas usia itu, bayar. Sila mampir musem mainan yang diklaim pertama di Indonesia ini. :)

---

Foto diambil di Museum Anak 'Kolong Tangga', kompleks Taman Budaya Yogyakarta, pada 21 Januari 2012.

Filed under  //  Kolong Tangga   anak   karcis   mainan   museum   yogyakarta  
Jan 16 / 12:03pm

Sepatu Sandal Kupu-kupu

Sepatu-sandal_20111129

Orang Jawa menyebut sandal-non-jepit sebagai sepatu sandal. Kebetulan, sepatu dan sandal ini bertemu. Gadis-gadis kecil pemakainya mungkin sama-sama menyukai kupu-kupu. Hiasan boleh sama, model berbeda.

---

Foto diambil pada November 2011.

Filed under  //  alas kaki   anak   mode   perempuan  
Jan 13 / 2:55pm

Ganteng Tanpa Kelamin

Anatomi01
Anatomi02

Kalau ia manusia, barangkali banyak wanita jatuh hati padanya. Ganteng dengan tubuh nyaris sempurna. Nyaris, karena kelamin tak dimilikinya. :)

Membicarakan kelamin dengan maksud mengenali anatomi tubuh manusia agaknya masih menjadi wilayah 'saru'. Satu alat peraga di Gedung Kotak, Taman Pintar, menunjukkan hal itu.

Bila dalam konteks pendidikan hal ini masih tabu, di mana anak-anak dapat memperoleh informasi yang tepat? Di lapak pedagang DVD bajakan, atau diam-diam mengunduh gambar di warnet?

Ah, saya terlalu mengada-ada. Tentu saja di kelas, dari penjelasan bapak atau ibu guru. :)

---

Foto diambil di Gedung Kotak Taman Pintar, Yogyakarta, pada 11 Januari 2012.

Filed under  //  Taman Pintar   Yogyakarta   anak   pendidikan   tubuh  
Jan 11 / 5:10am

Ruang untuk Totto-chan

Totto01

Gadis cilik di jendela itu sudah mendunia. Kisah-kisah masa sekolahnya di Tomoe Gakuen menginspirasi para pendidik dan orang tua. Totto-chan, gadis dengan rasa ingin tahu yang besar, imajinatif, teguh, setia kawan, dan penyayang. Apa yang mendukungnya tumbuh luar biasa? Dalam ceritanya, Kepala Sekolah Kobayashi dan ibu-ayahnya.

Buku "Totto-chan" Tetsuko Kuroyanagi (diterbitkan ulang Gramedia pada 2003) didiskusikan dalam pertemuan-selasa-minggu-pertama (11/01) di Sanggar Anak Alam (Salam), Yogyakarta. Satu bagian yang dibahas seru adalah bagian yang mengisahkan upaya keras Totto-chan mencari dompet kesayangannya. Dompet itu jatuh ke lubang kakus sekolah. Tak merelakannya, ia pun mencari penutup lubang di halaman belakang. Dengan susah-payah Totto-chan membukanya, lalu mulai menciduk isi bak penampung kotoran sampai baknya nyaris kosong. Dalam proses itu, Kepala Sekolah cukup bertanya, “Kau akan mengembalikan semuanya kalau sudah selesai, kan?” "Ya," jawab Totto-chan. Kepala Sekolah kemudian pergi.

Sungguh tak terbayangkan. Reaksi orang dewasa biasanya, "Hei, apa yang kau lakukan? Bahaya tahu!" Atau, "Sudah, tak usah dicari. Beli lagi saja!" Lengkap dengan nada tinggi dan ekspresi kemarahan. 

Totto02

"Anak hanya perlu diberi ruang. Kepercayaan. Anak adalah mahaguru bagi dirinya. Dengan mengalami, ia mengerti sendiri," tutur Sri Wahyaningsih atau akrab dipanggil Bu Wahya, pendiri Salam. "Kita, orang dewasa, cenderung tidak punya kesabaran. Kita memberitahu macam-macam di depan (sebelum anak melakukan)," tambahnya. Ini menyurutkan semangat anak, membuatnya takut sebelum mencoba. 

Kepala Sekolah Kobayashi memberi ruang bagi Totto-chan untuk berusaha semaksimal mungkin. Hal ini menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab Totto-chan. Bahwa hasil akhir adalah dompet itu tak ditemukan, bukan menjadi pokok penting. 

Pertanyaannya, bisakah kita seperti itu? Memberi ruang, memercayai anak. Menepikan amarah, menahan diri tidak mencela, dan mendengarkan pemikiran anak. Saya sendiri masih harus belajar banyak. :)

Totto03b

---

Dua foto pertama berlokasi di Salam, Nitiprayan, Yogyakarta. Foto pertama diambil pada November 2011; foto kedua pada pertemuan-selasa-minggu-pertama 10 Januari 2012. Foto terakhir bertempat di Rumah Mbak Alfa, Yogyakarta, diambil pada November 2011.

Filed under  //  Salam   anak   buku   pendidikan   totto-chan   yogyakarta